Analisis Shelter Darurat Berbasis Dual-Use Building Di Kawasan Rawan Gempa

Authors

  • Syarifuddin Prodi Teknik Sipil Pertahanan, Akademi Militer, Jl. Gatot Subroto No. 1 Magelang Jawa Tengah

DOI:

https://doi.org/10.63824/jptsp.v13i2.546

Keywords:

Shelter Darurat, Dual-Use Building, Gempa Bumi, AHP, Ketahanan Infrastruktur

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu wilayah dengan tingkat risiko gempa bumi yang tinggi sehingga membutuhkan sistem penyediaan shelter darurat yang aman, mudah diakses, dan dapat dioperasikan secara cepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi penerapan konsep Dual-Use Building sebagai strategi penyediaan shelter darurat dengan memanfaatkan bangunan publik yang digunakan pada kondisi normal dan dapat dialihfungsikan pada saat terjadi bencana. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi literatur melalui sintesis standar, pedoman kebencanaan, dan hasil penelitian terdahulu. Analisis dilakukan terhadap kriteria struktur tahan gempa, ketersediaan ruang terbuka, aksesibilitas kendaraan dan jalur evakuasi, sanitasi dan utilitas dasar, serta kedekatan dengan kawasan permukiman. Hasil analisis menunjukkan bahwa sekolah dan gedung olahraga memiliki tingkat kelayakan tertinggi untuk dikembangkan sebagai shelter darurat berbasis Dual-Use Building dibandingkan jenis bangunan publik lainnya. Keunggulan tersebut didukung oleh kapasitas ruang yang besar dan fleksibel, ketersediaan ruang terbuka, aksesibilitas yang baik, fasilitas sanitasi, serta kedekatan dengan permukiman. Konsep Dual-Use Building memungkinkan optimalisasi infrastruktur publik tanpa pembangunan fasilitas shelter khusus secara terpisah. Penerapan konsep ini berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan infrastruktur, mempercepat respons darurat, dan memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana gempa bumi. Integrasi konsep Dual-Use Building ke dalam perencanaan infrastruktur publik dan kebijakan pengurangan risiko bencana direkomendasikan sebagai strategi pengembangan shelter darurat yang adaptif, ekonomis, dan berkelanjutan.

References

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2025). Katalog gempa Indonesia. BMKG.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2024). Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Tahun 2024. BNPB.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2024). Pedoman bangunan tahan gempa untuk bangunan gedung. Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR.

Badan Standardisasi Nasional. (2019). SNI 1726:2019 tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung. Badan Standardisasi Nasional.

United Nations High Commissioner for Refugees. (2025). Strategic considerations in shelter responses. UNHCR Emergency Handbook. https://emergency.unhcr.org

United Nations High Commissioner for Refugees. (2026). Emergency shelter solutions and standards. UNHCR Emergency Handbook. https://emergency.unhcr.org

United Nations High Commissioner for Refugees. (2026). Shelter needs assessment. UNHCR Emergency Handbook. https://emergency.unhcr.org

United Nations High Commissioner for Refugees. (2026). Settlement and shelter. UNHCR. https://www.unhcr.org

United Nations High Commissioner for Refugees. (2026). WASH in emergencies. UNHCR Emergency Handbook. https://emergency.unhcr.org

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Syarifuddin. (2026). Analisis Shelter Darurat Berbasis Dual-Use Building Di Kawasan Rawan Gempa. JURNAL TEKNIK SIPIL PERTAHANAN, 13(2), 66–72. https://doi.org/10.63824/jptsp.v13i2.546

Issue

Section

VOL.13. NO 2. JULI 2026

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.